Langkah Pemerintah dalam Menekan Penyebaran COVID-19 di Jakarta


Jakarta merupakan episentrum wabah COVID-19 di Indonesia. Lebih dari separuh dari total kasus di Indonesia ditemukan di Jakarta. Oleh sebab itu, tak heran jika pemerintah berusaha keras untuk menekan penyebaran virus ini. Ada beberapa langkah pencegahan virus COVID-19 di Jakarta yang telah dilakukan. Dan langkah tersebut terbukti dapat menekan lonjakan kasus setelah beberapa minggu.

Apa Saja Langkah Pencegahan yang Telah Dilakukan di Jakarta?

Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat telah melakukan berbagai tindakan pencegahan. Berikut ini beberapa di antaranya.

1.    Meliburkan sekolah

Sejak awal ditemukannya kasus pasien COVID-19, pemerintah daerah berusaha menekan penyebarannya dengan cara meliburkan sekolah dari jenjang pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi. Langkah tersebut diambil agar anak-anak sekolah terlindungi dari paparan virus berbahaya satu ini.

Kebijakan meliburkan sekolah selama pandemi COVID-19 ini pun membuat kegiatan belajar dan mengajar dilakukan secara online. Untungnya, infrastruktur dan fasilitas teknologi mudah diakses sehingga membuat kegiatan belajar dan mengajar via online tidak mengalami banyak kendala.

2.    Perubahan pengaturan transportasi

Beberapa perubahan pengaturan transportasi dilakukan agar penduduk Jakarta tidak menularkan virus ini kepada orang lain di luar Jakarta dan penduduk luar Jakarta tidak menambah jumlah kasus COVID-19. Beberapa peraturannya seperti:
-    Penghapusan peraturan ganjil genap.

Hal ini bertujuan agar masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi pribadi daripada transportasi umum yang rawan akan penularan COVID-19.

-    Pembatasan rute penerbangan internasional.

Pada awal penyebaran COVID-19, kebanyakan kasus yang muncul merupakan imported case. Untuk itulah, pemerintah memberlakukan pembatasan penerbangan internasional. Dengan diberlakukannya pembatasan ini, diharapkan mereka yang dari luar negeri tidak menularkan penyakitnya kepada warga Jakarta.

-    Pembatasan transportasi umum seperti KRL, bus, dan ojek online.

KRL dan transportasi umum lainnya merupakan media penularan yang masif. Dengan demikian, dilakukanya pembatasan ini diharapkan dapat menekan angka penularan. Selain pembatasan rute dan jam operasional, penumpang juga diharuskan untuk mengenakan masker. Di samping itu, moda transportasi juga rutin dibersihkan dengan disinfektan.

3.    Menjamin keamanan stok pangan

Meski tidak berhubungan langsung dengan penularan virus COVID-19, keamanan stok pangan sangat dibutuhkan. Jika kebutuhan pangan tercukupi, maka masyarakat dapat memperoleh gizi yang cukup untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh mereka sehingga tubuh mereka pun dapat melawan virus dengan baik.

4.    PSBB

Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB merupakan langkah paling besar yang ditempuh pemerintah. Peraturan ini tidak hanya mengharuskan warga menjaga jarak minimal 1m dari orang lain saat berada di tempat umum. Namun, PSBB juga melarang kegiatan yang bersifat pengumpulan masa dan mengharuskan warga untuk  bekerja dan beribadah di rumah.
Mengingat peraturan-peraturan yang diberlakukan tersebut, maka warga Jakarta benar-benar diwajibkan untuk membatasi interaksi antar warga dan semua kegiatannya, termasuk mudik. Bahkan, ketika mereka sakit, misalnya flu, maka dianjurkan untuk tidak ke rumah sakit namun direkomendasikan menggunakan layanan homecare.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Langkah Pemerintah dalam Menekan Penyebaran COVID-19 di Jakarta"

Posting Komentar